<body bgcolor="black">Haven't been a Member? Register here!

Community Xtreme [ Cx]</body>
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
Radio N3
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Visitor Country
free counters
TIme

Semua Susu Formula Bebas Bakteri E.sakazakii, Menkes Anjurkan ASI

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Semua Susu Formula Bebas Bakteri E.sakazakii, Menkes Anjurkan ASI

Post  AyaxO on Mon Jul 25 2011, 16:31

Jakarta, Hasil riset ulang untuk mengungkap kandungan bakteri E.sakazakii dalam seluruh merek susu formula akhirnya diumumkan. Hasilnya, bakteri penyebab meningitis tersebut tidak ditemukan dalam 47 merek yang diteliti.

"Hasil ini sudah bisa mengkonfirmasi bahwa susu yang beredar saat ini aman dikonsumsi," tegas menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2011).

Penelitian ulang dilakukan pada Maret-Juli 2011 di 23 provinsi terhadap susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan, yang beredar di pasaran. Penelitian ini mencakup seluruh merek susu yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang jumlahnya 47 merek.

Meski demikian, Menkes menegaskan bahwa susu formula sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi. Bayi usia 0-6 bulan tetap disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman lainnya selain Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, kecuali kondisinya tidak memungkinkan.

"Hanya pada kondisi tertentu, baru kita bisa berikan susu formula pada bayi. Itupun harus dipastikan, yang menyiapkan susu harus cuci tangan dulu. Gunakan air mendidih dan sisa susu jangan disimpan lebih dari 2 jam," tegas Menkes.

Kontroversi susu formula berbakteri mencuat sejak Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang bakteri E.sakazakii pada tahun 2006 dan menemukan kontaminasi pada beberapa merek susu formula. Namun hingga kini, merek susu formula yang diteliti tidak pernah diungkap.

Para peneliti berdalih, penelitian yang dilakukan bukan merupakan surveilance sehingga tidak etis untuk membeberkan identitas sampel yang digunakan. Penelitian tersebut lebih ditujukan untuk menemukan kontaminasi, bukan mengungkap susu apa saja yang terkontaminasi.

Namun masyarakat terlanjur resah karena penelitian tersebut juga mengungkap bahwa E.sakazakii bisa memicu radang selaput otak atau meningitis yang mematikan. Sebagai konsumen yang resah, pengacara David Tobing memperkarakan hasil penelitian tersebut dan menang di pengadilan.

Untuk menjawab keresahan masyarakat itu, Menkes bersama bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penelitian ulang terhadap seluruh merek susu berbakteri. Penelitian terbaru inilah yang hasilnya diumumkan hari ini di Kemenkominf

AyaxO
Letnan Member
Letnan Member

Browser : Mozilla Firefox
Element : Water
Male Total Post : 174
Cash : 426
Reputation : 1
Join date : 23.07.11
Age : 20
Lokasi : On The FlooR
Country : Canada
Mood : devil

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik