<body bgcolor="black">Haven't been a Member? Register here!

Community Xtreme [ Cx]</body>
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
Radio N3
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Visitor Country
free counters
TIme

]Junk Food Memicu Keluarnya Senyawa Mirip Ganja

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

]Junk Food Memicu Keluarnya Senyawa Mirip Ganja

Post  AyaxO on Mon Jul 25 2011, 16:35

Los Angeles, Junk food punya kemiripan dengan ganja, sama-sama menyebabkan kecanduan. Sebuah penelitian mengungkap, seseorang bisa kecanduan junk food karena jenis makanan berlemak dan tinggi kalori ini dapat memicu pelepasan senyawa mirip ganja.

Oleh karena itu, seseorang yang sudah pernah merasakan enaknya makan junk food cenderung ingin mencobanya lagi suatu saat nanti. Lama-kelamaan karena tidak doyan makanan yang lebih bergizi, orang yang kecanduan junk food tersebut akan kekurangan nutrisi.

Menurut penelitian terbaru di University of California, lemak yang ada di junk food merupakan pemicu senyawa endocannabinoid di dalam tubuh. Struktur dan cara kerja senyawa ini mirip dengan cannabidiol, senyawa dalam tanaman ganja yang bisa memicu kecanduan.

Mekanisme pelepasan endocannabinoid dimulai saat lemak bereaksi dengan enzim-enzim di mulut. Reaksi tersebut menghasilkan sinyal ke otak, yang memberi isyarat bagi usus untuk melepaskan senyawa endocannabinoid agar tubuh selalu merasa butuh lemak.

Dalam penelitian ini, pelepasan senyawa ini hanya teramati ketika seseorang memakan makanan berlemak. Seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (7/7/2011), makanan tinggi gula dan protein saja tidak memicu pelepasan endocannabinoid, sehingga kalaupun memicu kecanduan maka mekanismenya akan berbeda.

Prof Daniele Piomelli yang memimpin penelitian ini menduga, mekanisme ini merupakan warisan dari proses evolusi. Pada manusia purba, endocannabinoid dilepaskan agar tubuh tidak kekurangan lemak sehingga sel-selnya bisa bekerja dengan optimal.

Pada manusia moderen yang tidak banyak bergerak, mekanisme ini sudah tidak terlalu dibutuhkan. Gaya hidup yang cenderung kurang gerak dan banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori menyebabkan kelebihan lemak justru berbahaya karena bisa memicu obesitas, diabetes dan kanker.

Menurut Prof Piomelli, temuan ini bisa menginspirasi pembuatan suatu obat untuk mengatasi obesitas. Caranya dengan menghambat pelepasan endocannabinoid, sehingga orang tidak selalu merasa butuh makanan berlemak dan hanya mengonsumsinya seperlunya.

AyaxO
Letnan Member
Letnan Member

Browser : Mozilla Firefox
Element : Water
Male Total Post : 174
Cash : 426
Reputation : 1
Join date : 23.07.11
Age : 20
Lokasi : On The FlooR
Country : Canada
Mood : devil

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik