<body bgcolor="black">Haven't been a Member? Register here!

Community Xtreme [ Cx]</body>
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
Radio N3
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Visitor Country
free counters
TIme

kisah pohon apel

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kisah pohon apel

Post  Leung on Mon Sep 05 2011, 10:39

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki
yang senangf bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu
sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat
mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini
telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu
setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke
sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan
anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki
itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk
membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi
kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa
mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu
sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan
pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak
pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang
melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon
apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus
bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat
tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki
rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun
rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua
dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel
itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak
lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian
dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel
merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi
denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku
sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan
berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang
tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.
Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat
kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi
datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun
kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak
memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak
memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata
pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak
lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku
berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan
sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah
setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan
beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan
beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan
akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air
matanya.


Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang
ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa
pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa
yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin
berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada
pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya;
dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan
diberikannya pada kita.

_________________
Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan



Sebuah Komunitas yg baik adalah mementingkan kebersamaan,
bukan mencari keuntungan.
bukan mencari harga diri ,
apalagi ego ama gengsi yg ditonjolkan.

Leung
Moderator
Moderator

Browser : Google Chrome
Element : Fire
Male Total Post : 956
Cash : 1366
Reputation : 7
Join date : 08.08.11
Age : 26
Lokasi : medan
Country : Indonesia
Mood : cool

Lihat profil user http://www.gadispoker.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: kisah pohon apel

Post  VidZ on Sat Sep 10 2011, 16:51

Topik ini saya pindah ke ruang heart to heart saja..

Btw..
Nice story & nice post..
jempol jempol jempol

_________________



VidZ
Moderator
Moderator

Browser : Mozilla Firefox
Element : Lightning
Male Total Post : 866
Cash : 1411
Reputation : 179
Join date : 24.07.11
Age : 24
Lokasi : New York
Country : Aregentina
Mood : yee haw

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: kisah pohon apel

Post  Leung on Tue Sep 13 2011, 09:02

VidZ wrote:Topik ini saya pindah ke ruang heart to heart saja..

Btw..
Nice story & nice post..
jempol jempol jempol

woke la klo begitu

_________________
Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan



Sebuah Komunitas yg baik adalah mementingkan kebersamaan,
bukan mencari keuntungan.
bukan mencari harga diri ,
apalagi ego ama gengsi yg ditonjolkan.

Leung
Moderator
Moderator

Browser : Google Chrome
Element : Fire
Male Total Post : 956
Cash : 1366
Reputation : 7
Join date : 08.08.11
Age : 26
Lokasi : medan
Country : Indonesia
Mood : cool

Lihat profil user http://www.gadispoker.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: kisah pohon apel

Post  Sponsored content Today at 02:49


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik